Sabtu, 05 Maret 2011

SEJARAH PENDIDIKAN JASMANI



Latar Belakang Studi Sejarah
  Sejarah merupakan kajian sistematik dari masa lampau. Dengan pengetahuan masa lalu, bagaimana ia turut membentuk masa kini, keadaan sekarang dapat lebih dipahami
  Guru pendidikan jasmani, pelatih olahraga ataupun petugas rekreasi seyogyanya menaruh minat pada latar belakang pendidikan jasmani, olahraga dan rekreasi karena beberapa hal
  Sejarah memberikan pelajaran, bahkan dapat memberikan ilham bagi pemecahan persoalan-persoalan pelik yang dihadapi

Sejarah Pendidikan Jasmani

Zaman Primatif
  Aktivitas fisik rupanya merupakan bagian kehidupan semua. Evolusi manusia diawali dengan gerakan dan perkembangan -homo sapiens. Makhluk yang berpikir, sebagaimana terbesar tergantung pada aktivitas otot-otot. Diduga bahwa aktivitas fisik manusia primitif berkaitan dengan mempertahankan hidup, mencari makan sedang, tempat berteduh dan perlindungan dari keganasan lingkungan serta kelanjutan perkembangan suku. Pengkajian manusia pra-sejarah dilakukan melalui arkeologi dan antropologi dengan meneropong dengan meneropong masyarakat primitif.
Zaman Kuno
  Dua kebudayaan kuno yang masih tetap bertahan dan masih tetap hidup adalah Cina dan India sukar sekali melukiskan sejarah kedua kebudayaan tersebut karena harus menjangkau waktu yang jauh ke masa lampau.
  Cina mewariskan jenis aktivitas fisik dan permainan. Wen-Chang Wu, seorang ahli menunjukkan bahwa pada abad-abad permulaan di Cina, hidup diwarnai oleh tari-tarian, gulat, penahan, pemeliharaan dan berbagai aktivitas fisik.
Zaman Grik
  Jika Sumeria merupakan tempat kelahiran, maka Grik mencapai kedewasaannya. Tak ada bangsa lain, sebelum maupun seudah zaman Garik yang meletakkan tekanan yang kuat, tidak hanya pada intelek pada perkembangan dan kesempurnaan jasmani
Zaman Feodolisme dan Ksatria
  Feodotisme sebagai cara hidup terdapat dalam abad pertengahan yang timbul dari kekacauan setelah jatuhnya Romawi. Semua kehidupan politik, ekonomi, sosial, terpusat pada feodolisme. Hanya ada dua macam profesi yang terbuka bagi anak muda kelas sosial tinggi, yakni jadi pejabat gereja atau jadi ksatria. Keduanya tumbuh pada zaman gelap sebagai reaksi atau kompensasi jumlahnya pemerintahan pusat. Gereja membutuhkan pejabat yang taat beragama dan intelektual cakap

Zaman Renesan atau kelahiran Kembali
  Abad pertengahan berakhir dengan datangnya zaman renesans atau zaman kelahiran kembali. Zaman ini timbul sekitar abad 14-17.. Zaman renesan adalah zaman ketika rakyat dalam alam dekadensi Roma dengan pengulasan Barbarisme, muncul kembali melepaskan diri dari kedalaman lubuk abad gelap dan abad pertengahan dan mencapai tingkat budaya yang mengasimilasikan dan menghatai kembali budatya Grik dan Roamawi Kuno

Zaman Pendidikan Jasmani Modern di Eropa
  Sementara renesans tumbuh bersamaan dengan reformasi Protestan, budaya Eropa memasuki periode nasionalisme. Timbulnya nasionalisme menandai tumbuhnya masyarakat modern. Negara-negara nasional yang kuat mulai terbentuk dibawah kekuasaan monarki. Pertumbuhan ini sebenarnya telah beriangsung lama

Zaman Nasionalisme
  Gerakan nasionalisme membawa asas pendidikan universal. Nasionalisme telah berhasil membuat warga negara taat pada negara. Pendidikan dibuat untuk mencapai tujuan itu. Dalam periode ini pendidikan jasmani maju pesat seperti pada zaman Grik. Sistem pendidik jasmani, mencakup olahraga, permintaan dan gimnastik, menjadi bagian integral dari program pendidikan formal, pendidikan yang sengaja diprogram di lembaga-lembaga pendidikan seperti di sekolah-sekolah

Sejarah Olahraga Internasional
  Asal mula olahraga tidak diketahui secara pasti dalam sejarah, tapi bangsa primitif melakukan olahraga dan permainan seperti yang ditafsirkan oleh para ahli antropologi. Dalam masyarakat prasejarah bermain dan permainan untuk sebagian berazaskan manfaat karena merupakan proses dari mempertahankan keberadaan mereka

Sejarah Pendidikan Jasmani dan Olahraga di Indonesia
  Catatan - catatan tentang latihan jasmani dan olahraga pada zaman ini masih perlu digali. Dapat dipastikan bahwa olahraga atau latihasn jasmani sudah berbeda sifatnya dengan zaman purba atau atau zaman primitif. Bukan hanya untuk mempertahankan diri atau ketangkasan berburu untuk memenuhi kebutuhan hidup tapi juga mulai adanya kegiatan-kegiatan untuk rekreasi dan secara terencana dalam usaha pembinaan fisik untuk tujuan tertentu seperti melatih keprajuritan.

Zaman Pendudukan Jepang
  Kekuasaan Belanda Berakhir dengan datangnya Jepang pada perang dunia ke 2. Jepang mencoba menarik simpati rakyat untuk bersama-sama mendirikan Asia Timur Raya yang bebas dari penjajahan bangsa barat. Rakyat diajak ikut serta mendukung tentara Jepang dalam perangnya melawan sekutu. Kesempatan ini dipergunakan oleh para pemimpin bangsa Indonesia menanamkan kesadaran kemampuan bangsa Indonesia untuk jadi bangsa merdeka

Zaman Kemerdekaan
  Di zaman Jepang kemerdekaan, pemerintah Repubtik Indonesia sempat menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional PON, di Surakarta Tahun 1948 yang disebut sebagai PON ke 1. PON ini berlanjut terus sampai sekarang setiap 4 tahun sekali dengan jumlah cabang olahraga yang semakin bertambah. Tahun 1947 dalam Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan dibentuk bagian yang diserahi tugas melaksanakan pendidikan jasmani di sekolah-sekolah










Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani merupakan usaha pendidikan dengan menggunakan aktivitas otot-otot besar hingga proses pendidikan yang berlangsung tidak terhambat oleh gangguan kesehatan dan pertumbuhan badan sebagai bagian integral dari proses pendidikan keseluruhan, pendidikan jasmani merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembangkan kawasan organik, neuromuskuler, intelektual dan sosial.
Pendidikan jasmani yang berpangkat pada gerak manusia, serta mengarah. Kepada kepribadian yang bulat dan kreatif dari manusia adalah dasar dari segala pendidikan.
       Bahan ajar yang dipergunakan dalam pengajarannya adalah aktivitas jasmani. Itu dapat berupa :
       permainan,
       tari-tarian
       latihan-latihan.

Bagaimana ia mendapatkan aktivitas jasmani tersebut, terdapat perbedaan-perbedaan yang besar dalam tiap lingkungan budaya.
a)      Penyesuaian geografik. Gunung, danau dan sungai, perairan yang tenang memberikan kesempatan untuk aktivitas-aktivitas yang spesifik yang sesuai dengan keadaan fisik geografik
b)      Tergantung dari pola budaya akan dijumpai aktivitas dalam rangka upacara agama
Aktivitas-aktivitas tradisional
c)       Aktivitas yang berubah karena pengaruh kemasyarakatan atau politik.
d)      Daerah tetangga yang berdekatan dapat berpengaruh pula pada aktivitas-aktivitas jasmani yang ada
e)      Kontak dengan dunia luar, orang-orang dengan lingkungan budaya lain, akan menyebabkan ditirunya aktivitas-aktivitas hanya karena hal tersebut menarik hati
f)       Badminton mendapat rangsangan impor komersial langsung dari Jerman pada tahun 1949, ketika pedagang alat-alat olahraga mempropagandakannya
g)      Juga terjadi ekspor yang disengaja. Nielsbukh mengekspor gimnastik lantai dari Denmark ke seluruh belahan dunia barat, sebagai bagian spektakuler dari sistemnya.

  1. Pemilihan Bahan Ajar
Kriteria untuk mengadakan seleksi bahan ajar adalah sebagai berikut:
  1. Dimulai dengan pertanyaan. Apakah tujuan anda dengan pendidikan jasmani? Khususnya : Apakah tujuan pendidikan Anda?
  2. Apakah aktivitas-aktivitas yang anda pilih berguna bagi tujuan itu?
  3. Aktivitas terus sesuai dengan keadaan lingkungan geografik, iklim dan keadaan lingkungan, dan seharusnya sesuai dengan adat dan kebiasaan penduduk.
  4. Guru pendidikan jasmani harus memeriksa apakah aktivitas-aktivitas yang ia pilih sesuai dengan penghayatan gerak dan pengalaman jasmani murid-muridnya
  5. Harus diperhitungkan bahwa aktivitas-aktivitas itu memperoleh motivasi pad murid-muridnya.
  6. Sebagai seorang ahli, guru pendidikan jasmani harus betul-betul menguasai metodik dari aktivitas-aktivitas yang akan diajarkannya

Tujuan Pendidikan dari Pendidikan Jasmani
adalah sebagai berikut :
a)      Pembentukan gerak
b)      Pembentukan prestasi
c)       Pembentukan sosial
d)      Pembentukan badan

Tak ada pendidikan jasmani yuang tidak bertujuan pendidikan. Tak ada pendidikan yang lengkap tanpa pendidikan jasmani, sebab gerak adalah dasar untuk belajar mengenal dunia dan dirinya sendiri.

Perbandingan Pendidikan Jasmani dan Olahraga
       Perbandingannya. Baik pendidikan jasmani maupun olahraga keduanya berupa permaian dan aktifitas fisik. Tujuannya tidak sama, namun sebagian menunjukkan kaitan satu sama lain.
       pendidikan jasmani berbeda dengan olahraga meskipun ada kaitan antara keduannya.
       Materi pelajaran berpusat pada anak didik, sedang pada olahraga justru materi pelajaran adalah pusatnnya

ILMU KEOLAHRAGAAN SEBAGAI BIDANG STUDI
       Bidang study atau disiplin ilmu keolahragaan tumbuh dari ilmu-ilmu pengetahuan yang mengkaji manusia.
       Hingga melahirkan kajian-kajian khusus ilmu keolahragaan disebut ilmu keolahragaan khusus ini mencakup :
       Program latihan
       Berlatih
       Melatih
       Situasi latihan dan
       Pengukuran

       biomekanika berurusan dengan pengaruh daya dan huku alam terhadap tubuh manusia seama aktifitas fisik.
       Ilmu keolahragaan historik mempelajari olahraga pada masa yang lalu.
       Paedogi Keolahragaan berurusan dengan mengajar, khususnya membelajarkan bermain-main dan ketangkasan-ketangkasan yang dipergunakan dalam situasi olahraga.
       Agogi keolahragaan menyangkut pengendalian atau manajemen olahraga. Agogi meliputi pembinaan, dukungan dan pengembangan. Pembinaan mencakup masalah-masalah teknik, kepengurusan, perwasitan dan masalah ofisial.
       Ilmu keolahragaan khusus adalah penerapan, selain dalam pendidikan jasmani dan olahraga, juga dalam hal-hal lain seperti  bimbingan olahraga rekreasi, pembinaan olahraga cacad, terapi fisik, olahraga penyembahan dan lain-lainnya sesuai dengan kebutuhan yang semakin berkembang.



Minggu, 27 Februari 2011

DEATH STREET



Apa itu death street? Itu adalah sebuah sebutan kegiatan kampus FIK yang dapat menguras kekuatan fisik diluar diguaan. Tentunya bagaikan berada dalam sebuah jalan kematian. Saat berada di death street, kadang kesadaran tinggal beberapa persen, sehingga hanya orang yang berada pada death street itulah yang dapat menentukan, apakah dia ingin lanjut atau berhenti dan terjatuh di lapangan.
Tentunya death street ini sangat membahayakan bagi seorang pemula. Jika seorang pemula tanpa persiapan dan latihan melakukan death street ini, tentunya dia akan muntah-muntah dan terjatuh pingsan di lapangan. Tentunya setelah sadar nanti dia akan sedikit pusing dan hilang keseimbangan untuk beberapa menit. Dan untuk malamnya dia akan merasa kesakitan di seluruh bagian tubuhnya, tapi biasanya sakit pada bagian di atas pergelangan kaki dan dia akan kesakitan dalam berjalan. Tidak usah khawatir, itu adalah proses pembentukan. Setiap atlit pasti pernah mengalami.
Hanya orang-orang tertentu yang dapat melakukan death street ini, umumnya seorang yang sudah memiliki persiapan dan latihan sebelumnya. Umumnya hanya atlit dan mahasiswa olahraga yang dapat melakukan ini.
Terdapat  tahapan dalam death street ini, ada DS 1 sampai 4...
DS 1 itu biasanya bagi seorang yang baru menginjaka kakinya di DS, latihanya berupa latihan dasar dengan frekuensi mencapai ratusan. Biasnya diperuntukan untuk persiapan umum.
DS 2 itu diperuntukan bagi seorang yang sudah melakukan DS 1, latihanya ditambah latihan beban. Diperuntukan bagi persiapan khusus.
DS 3 itu diperuntukan bagi seorang yang telah melalui DS 2, latihanya ditambah dengan jogging 2 jam, sprint 60 m 20x, polyometry, gawang, joggstraight 5 keliling. Diperuntukan bagi persiapan kejuaraan.
DS 4 itu diperuntukan bagi seorang yang telah melalui DS 3, umumnya berupa atlit perlombaan yang dipersiapkan untuk tournament besar seperti Asian Games, Sea Games, PON, Pra PON. Tapi DS 4 ini dilakukan sebulan sebelum perlombaan di mulai. DS 4 ini gabungan dari DS 1 sampai 3. Dalam DS 4 ini kita dapat mengetahui hasil latihan selama ini. DS 4 juga sering disebut dengan Seleksi Kejurnas atau Test Akhir.
Tujuan dilakukan DS adalah untuk mendapatkan kemampuan fisik orang itu sampai batas terakhir. Sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.
Tentunya death street dilakukan dengan pengawasan pelatih dan prefesional.
DAN, JANGAN LAKUKAN DEATH STREET INI SENDIRIAN.

Minggu, 20 Februari 2011

tengah

inilah media antara kita sebagai sarana untuk kita bicara yang mungkin kalau diungkapkan akan sangat menguras perasaan, cobalah untuk ditulis siapa tahu lebih "lepas". ruang tengah kita yang hanya kiasan dan tak akan memisahkan kita terlalu jauh, percayalah. :)